Minggu, 03 Juli 2016
Jumat, 25 April 2014
Akibat Keong Mas, Ratusan hectare tanaman padi terancam gagal panen
Ratusan hektare tanaman padi di Kecamatan Wates Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta terserang keong mas sehingga para petani terancam gagal panen.// Romsiyah Petugas Penyuluh Pertanian Kecamatan Wates , mengatakan bahwa petani diwilayahnya mengeluh dengan adanya keong mas yang mulai menyerang tanaman padi yang masih berusia muda sehingga petani kawatir tanaman akan layu dan akhirnya mati.diharapkan petani sedapat mungkin untuk mengatasi
Kalau keong Mas itu yang diserang padi, luas yang diserang sekitar tujuh ratusan hectare untuk mengatasi keong mas dengan cara mengonggokan daun papaya atau daun talas gitu saja nanti dengan sendirinya keong mas akan datang disitu kemudian kita secara mudah untuk memungut keong mas”. Katanya
Romsiyah menambahkan tanaman padi yang diserang keong mas seluas delapan puluh persen dari total luasan sawah dikecamatan wates, untuk membasmi meluasnya keong mas tersebut, para petani diharapkan mengatasi dengan cara manual yaitu dengan menangkapi keong mas tersebut.// Yadi Haryadi Radio Suara Pasar KulonprogoYo gyakarta Melaporkan Untuk KBR68H//
Senin, 02 Januari 2012
Puluhan ribu batang cemara udang untuk lindungi hewan dan abrasi pantai
Puluhan ribu batang cemara udang untuk lindungi hewan dan abrasi pantai
Tumbuhan cemara udang dapat melindungi masyarakat dan satwa di kawasan pantai selatan Kulonprogo Yogyakarta, Koordinator Kelompok Tani Pantai Putro Samodro Sudarwanto mengatakan, penanaman puluhan ribu batang cemara udang, dimaksud agar masyarakat yang berada di wilayah pantai bisa terlindung dari ancaman air laut, hewan hewan yang ada dipantai selatan agar hidup secara bebas.
untuk jumlah yang kita tanam 44.000 batang, jenis cemara udang, kami tetap menjaga kelestarian pantai, akhir akhir ini kawasan pantai sepanjang pulau jawa terkikis oleh gelombang laut selatan, bermaksud untuk melindungi beberapa habitat yang akhir akhir ini akan punah, dan nantinya hutan lindung ini untuk bersarang mereka dan berkembang biak, sejenis reptile dan burung, di sepanjang pantai Kulonprogo berawal dari Trisik sampai Karangwuni “ terangnya
Basir Amri Kepala seksi Konservasi Bidang Kehutanan Dinas Pertanian dan Kehutanan setempat, menambahkan penanaman cemara udang itu selain melindungi satwa yang ada dan mengantisipasi terjainya abrasi pantai selatan, Dia berharap agar masyarakat dapat merawat cemara udang ini.// Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta melaporkan untuk KBR68H//
300 rumah di Bagelen Purworejo Jawa Tengah terendam luapan sungai Bogowonto
300 rumah di Bagelen Purworejo Jawa Tengah terendam luapan sungai Bogowonto
Sekitar 4500 jiwa di wilayah Desa Dadi Rejo Bagelen Purworejo Jawa Tengah, terjebak air luapan sungai Bogowonto, akibat rumahnya terendam setinggi satu ( 1 ) hingga dua ( 2 ) meter, Minggu 1/1/12, , Kepala Desa Dadi Rejo Maf’ul Nuraini mengatakan malam itu sekira pukul 23.00 wib, melihat kejadian jebolnya Tanggul Sungai Bogowonto, merasa khawatir segera melapor ke tingkat Kecamata.
“ Kami melihat, dengan jelas dan terdengar suara bahwa tanggul sungai Bogowonto yang tebalnya 1 meter, jebol panjang kurang lebih 7 meter, kami khawatir sebab daerah kami bakal terendam, pada malam itu kami bersama perangkat melapor ke pak camat, terangnya.”
Nuraini menambahkan jebolnya tanggul Sungai Bogowonto, mengakibatkan setidaknya 300 rumah terendam, Dia berharap bantuan perahu karet dan logisti, sewaktu waktu sungai Bogowonto meluap, sebelum tanggul yang jebol diperbaiki, Sementara Camat Bagelen Setiadi sewaktu di hubungi Koresponden KBR68H menjelaskan, akibat jebolnya tanggul sungai Bogowonto warga di wilayah kami jelas jelas tidak bisa beraktifitas bahkan tidak bisa keluar dari rumah, kami berharap Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi segera tanggap dengan kejadian ini, bantuan logistic sampai saat ini ( senin 2/1/12 pukul 13.00, ) belum ada, bila terlalu lama kasihan warga kami, paling tidak 3 atau 1 minggu, warga kami tidak bisa bekerja, warga kami butuh hidup. Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta dari Purworejo Jawa Tengah melaporkan untuk KBR68H
Minggu, 01 Januari 2012
Gedung SD dan Musholla di wilayah Samigaluh tertimbun longsor
Gedung SD dan Musholla di wilayah Samigaluh tertimbun longsor
Empat titik di Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta telah terjadi longsor, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kulonprogo Untung Waluyo mengatakan, sedikitnya empat rumah, satu Gedung SD dan Mushola terkena longsoran, hal ini terjadi akibat hujan yang deras dari sore hungga larut malam tidak berhenti.
“ Menimpa empat titik diwilayah Samigaluh, Jatimulyo, Kalirejo dan Pripih, ini semua akibat tanah longsor, longsor ini terjadi karena hujan begitu deras kira kira mencapai empat jam berturut turut tidak berhenti dibarengi dengan angin maka sangat memungkinkan terjadinya tanah longsor di wilayah Kulonprogo, terlebih wilayah tanah di Kulonprogo ini agak lama kekeringan sehingga sangat, bahasa jawanya boyor ketika terjadi hujan yang cukup lama. “ jelasnya.
Untung menambahkan akibat tanah longsor yang terjadi di wilayah kulonprogo mengalami kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah, selain Gedung SD, Musholla Rumah dan belasan Kambing yang tertimbun, Untung berharap apa bila di Pegunungan menorah terjadi turun hujan agar masyarakat untuk waspada, dan mencari tempat yang dirasa aman. Ydi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta melaporkan untuk KBR68H.
Jumat, 30 Desember 2011
Belasan Rumah dan Warung di Pantai Glagah rusak diterjang puting beliung
Belasan Rumah dan Warung di Pantai Glagah rusak diterjang puting beliung
Hujan disertai angin kencang terjadi di kawasan pantai Glagah Temon Kulonprogo Yogyakarta Juma’at 30 Desember 2011, sekira pukul 17.30 WIB, akibat puting beliung belasan rumah dan warung ditempat tersebut rusak parah, Ny Sumantri ( 36 ) warga setempat mengatakan saat itu, dirinya bersama keluarga sedang melakukan aktifitas menyambut Tahun baru, tahu tahu mendengar suara yang sangat kencang dari arah laut,
” dari arah selatan ada hitam hitam seperti angin yang memutar, lha tahu tahu rumah rumah disini gentingnya berserakan, saya menyelamatkan diri, ini hanya lecet” katanya.
Susanto ( 37 ) warga setempat menambahkan, melihat kejadian tersebut merasa panik dan tak bisa berbuat apa apa, mereka melarikan diri mencari tempat yang lebih aman, setelah angin itu berhenti, mereka pada pulang ke rumah masing masing, mengetahui rumahnya tidak beratap hanya pasrah, sementara camat Temon Joko Prasetyo, sewaktu dihubungi koresponden KBR 68 H, mengatakan, pihaknya berpesan kepada masyarakat terutama di pinggir pantai, tetap waspada sebab sewaktu waktu didaerah akan terjadi bencana seperti ombak air laut yang sangat besar, meski tidak ada korban jiwa kejadian tersebut warga Glagah yang rumah dan warungnya diterjang puting beliung menderita kerugian materiil diperkirakan ratusan juta rupiah. Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta melaporkan untuk KBR68H.
Rabu, 21 Desember 2011
Ribuan Warga Samigaluh tolak RTRW pembangunan Waduk Tinalah
Ribuan Warga Samigaluh tolak RTRW pembangunan Waduk Tinalah
Ribuan Warga Samigaluh Kulonprogo Yogyakarta yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Tinalah menggeruduk gedung DPRD setempat, saat anggota Dewan melangsungkan rapat paripurna dengan agenda pandangan pansus dan fraksi raperda RTRW ( rencana tata ruang tata wilayah), Ketua rombongan FKMT Harjono, mengatakan warga samigaluh menolak rencana pembangunan waduk Tinalah.
Didalam RTRW rencana tata wilayah Kulonprogo, ini masih ada kata kata bahwa waduk Tinalah itu akan dibangun, sehingga masyarakat Samigaluh resah, dan warga menolak supaya jangan dalam RTRWnya masih ada kata kata pembangunan waduk Tinalah, sekarang Otonomi Daerah mungkin kalau warga kami dipindah belum tentu diterima wilayah lain. ” jelasnya
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kulonprogo Agus Langgeng Basuki mengakui di draf RTRW Kulonprogo maupun di Provinsi DIY memang ada lokasi pembangunan Waduk Tinalah di Kecamatan Samigaluh. Menurut Langgeng, penentuan lokasi Waduk Tinalah sebenarnya bagian kebijakan nasional dalam rangka pengendalian bahaya kekeringan dan banjir. // Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo melaporkan untuk KBR68H//
Minggu, 04 Desember 2011
Ki Partono dan Tiga petani Kalibawang terjebak Lahar dingin Merapi
Ki Partono dan Tiga petani Kalibawang terjebak Lahar dingin Merapi
Lebih dari 8 jam Tiga orang petani terjebak lahar dingin merapi di Sungai Progo, akibat datangnya banjir lahar dingin secara tiba-tiba di sungai yang berhulu di Gunung Merapi tersebut. Partono menuturkan, dia bersama Ngadino, Martono, serta istrinya Ayem datang ke sawah sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Yang kejebak itu tiga orang, pulo itu ditengah progo, banjir dari merapi dari sungai kali putih, semua disitu, ya kira kira banjir datang tidak ada yang tahu, tidak ada tanda tanda itu hujan atau mendung, kita berkemas kemas mau pulang setengah lima, sudah banjir datang pas datang, datang pertolongan dua belas malam, saya bisa ditolong jam tiga pagi,dengan selamat, terangnya
Wakil Komandan SAR DIY, Wisnu Widharto menambahkan, dalam melakukan proses evakuasi mengalami hambatan berupa tingginya air dan derasnya banjir lahar dingin. Para penyelamat harus menunggu ketinggian air dan arus sungai sedikit menurun agar kekuatan dayung personel SAR dapat mengimbangi derasnya arus untuk mendekati para korban. Dalam proses evakuasi itu personil yang diterjunkan sekitar 50 personil dari SAR serta relawan. // Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta melaporkan untuk KBR68H//
Kamis, 01 Desember 2011
Ratusan pohon ditanam sebagai sabuk hijau, kawasan Waduk Sermo
Ratusan pohon ditanam sebagai sabuk hijau, kawasan Waduk Sermo
Ratusan bibit pohon ditanam di kawasan sabuk hijau, waduk sermo Kokap Kulonprogo Yogyakarta, Ketua Forum Komunitas Waduk Sermo atau FKWS Sujarwanto mengatakan. Penanaman ini dalam rangka menghadapi musim hujan dan memberdayakan masyarakat
Dalam rangka menyambut musim hujan ini, kami berencana menanam sekitar 600 bibit, ada rambutan, kako, kelapa, dan juga ada pete, melinjo dan yang satu ada pohon perindang yaitu cemara, merupakan salah satu langkah kami yang ditempuh merupakan kewajiban untuk melestarikan memanfaatkan dan merawat waduk sermo yang ditanam ditepian jalan lingkar waduk sermo, jelasnya
Saptono Tanjung, Tenaga Ahli Konservasi dari Balai PSDA Waduk Sermo, menambahkan penanaman pohon itu bertujuan untuk pengayaan tanaman di area sabuk hijau Waduk Sermo. Selain itu juga sebagai bentuk partisipasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pemeliharaan Waduk Sermo. Dari tanaman-tanaman produktif yang ditanam itu, ke depan diharapkan hasilnya berupa buah bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar waduk.// Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan untuk KBR68H//
Kamis, 24 November 2011
Diperbukitan menoreh : Sumur Keluarkan asap dan bau belerang, tewaskan 1 warga
Diperbukitan menoreh : Sumur Keluarkan asap dan bau belerang, tewaskan 1 warga
3 warga Sukomoyo, Jati mulyo, Girimulyo Kulonprogo Yogyakarta bermaksud membersihkan sumur gali yang penuh sampah, sewaktu terjadi hujan beberapa hari lalu, menyebabkan Sapari, salah satu warga tewas, diduga menghirup belerang di dalam sumur, Tukimin warga setempat mengatakan, sumur yang di bersihkan 3 orang tersebut mengeluarkan asap dan bau belerang
Itu mau turun katanya dia berteriak, aku tak munggah wae kang, seperti itu namun setelah itu dia kelihatannya sudah lemes dari atas langsung dikasih tambang turun, memang dia tidak merespon tambang yang diturunkan terus mas anto mencoba mau turun kira kira dapat 4 anak tangga sudah bau belerang terus kelihatan ada seperti asap keatas dia nggak jadi lalu naik, jelasnya
Sugito, Komandan Polisi Sektor Girimulyo menambahkan, dari hasil yang dihimpun, tidak ada tanda tanda penganiayaan terhadap warga yang tewas didalam sumur, itu benar benar kecelakaan kerja, diduga korban menghirup asap belerang yang keluar dari sumur // Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan untuk KBR68H//
Selasa, 22 November 2011
Akibat Selang ( pipa air ) tersumbat longsoran, belasan warga kekurangan air bersih
Akibat Selang ( pipa air ) tersumbat longsoran, belasan warga kekurangan air bersih
Sejumlah warga di wilayah Girimulyo Kulonprogo Yogyakarta, kekurangan air bersih, Jemiyem warga setempat mengatakan akibat selang air tertimbung longsoran belasan warga diwilayah Kluwih pendoworejo untuk memperoleh air bersih harus berjalan lebih 5 Kilometer
Kemarin sore saya ngurut air selang,ada longsor dan gak bisa jalan airnya, putus dijalan kena longsor, mengambil disungai dengan piteng ( untuk membawa air ) satu kiloan ya sampai ini belum jalan airnya, terangnya
Jemiyem menammbahkan akibat tebing ambrol, selang selang air milik warga terpendam dan tersumbat, sehingga untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak meski air kurang sehat dengan terpaksa belasan warga mengambil ke sungai, Kepala Desa Pendoworejo Kecamatan Girimulyo Landung Wiyono melihat kondisi yang kekurangan air bersih segera melaporkan pada pihak yang terkait// Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan untuk KBR68H//
Minggu, 20 November 2011
Tebing setinggi 25 meter longsor, tutup badan jalan panjang belasan meter
Tebing setinggi 25 meter longsor, tutup badan jalan panjang belasan meter
Tebing setinggi 25 meter dan panjang 12 meter yang berada diwilayah pedusunan Kluwih Pendoworejo Girimulyo Kulonprogo Yogyakarta longsor dan menutupi badan jalan, Sukardi warga setempat mengatakan, sejak sore terjadi hujan sangat deras, menyebabkan tebing yang berada diwilayahnya ambrol.
Ini karena hujan biasa sebelah barat kemarin, sore sampai malam, perokonimian tersendat karena jalan tertutup, pendoworejo sampai girimulyo, ya kira kira 10 Km, kalau memutar kurang lebih 15 Km dari arah kenteng ke barat pendoworejo, terangnya
Sumiran camat Girimulyo menambahkan masyarakat di pegunungan menorah sudah menyiapkan diri, sewaktu waktu terjadi longsor, karena di wilayahnya bila musim hujan,pasti akan terjadi bencana baik tanah longsor maupun ambles, dengan kejadian tebing longsor ini pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten untuk melakukan kerja bakti, dan Dia, berharap bantuan berupa beras dan mie Instan dikirim ke wilayahnya, jangan menunggu kalau sudah terjadi bencana baru dikirim. // Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan untuk KBR68H //
Rabu, 16 November 2011
KA Bengawan Macet di perkampungan, Ratusan penumpang terlantar
Lebih dari 2 jam, Ratusan penumpang Kereta Api Bengawan Jakarta – Solo, terlantar, Masinis KA Bengawan Muhammad Ichsan mengatakan, dari jadwal pergantian sebagai Masinis, sudah merasakan terhadap Loko yang dibawa dari Purwokerto
Kejadian itu, lepas stasiun Kedundang, tiba tiba tenaga loko hilang terus ada bel bunyi loko mengerem sendiri, gak taunya batery tidak mengisi, saya berhenti, saya starter lagi gak kuat, ya sudah minta loken dari Yogya, ini sudah terlambat dari purwokerta sudah terlambat 50 menit, saya ngaplus dari purwokerto sudah terlambat, terangnya
Subur warga Yogya dan ratusan penumpang lainnya merasa kecewa atas pelayanan pihak Kereta Api, Loko yang sudah tua mesthinya sudah diganti,berhentinya KA Bengawan di perkampungan, tepatnya di sebelah barat 1 Km stasiun wates, sangat mengganggu aktifitas warga, Mereka berharap pihak kereta api dapat meningkatkan pelayanan.//Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta melaporkan untuk KBR68H//
Rabu, 09 November 2011
Peduli Lingkungan : Kodim 0731 Bersihkan sampah
Peduli Lingkungan : Kodim 0731 Bersihkan sampah
Ratusan personil Komando Distrik Militer 0731 Kulonprogo Yogyakarta, antisipasi menumpuknya sampah di sekitar alun alun wates, Tomy Siagian Komandan Kodim setempat mengatakan awal tugas di Kulonprogo merasa risih, sebab alun alun wates dipenuhi sampah.
Lingkungan ini sebenarnya kotor sekali daripada kotor kenapa nggak bisa ngasih bersih sedikit, berarti masyarakat kurang kesadarannya
Dan tidak menutup kemungkinan kedalampun kita sampaikan keanggota kita harus sadar, kita kadang kadang lupa, membuang sampah sembarangan, Katanya
Tomy menambahkan, selain membersihkan sampah di alun alun wates di musim hujan ini pihaknya juga membersihkan enceng gondok yang menutupi aliran kali peni, sepanjang 800 meter, Dia berharap bila alun alun bersih dari sampah tentu akan menunjukan keindahan dan kesehatan, sedang aliran kali peni akan memperlancar air yang dimanfatkan oleh petani disekitarnya // Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan untuk KBR68H//
Peduli Lingkungan : Kodim 0731 Bersihkan sampah
Peduli Lingkungan : Kodim 0731 Bersihkan sampah
Ratusan personil Komando Distrik Militer 0731 Kulonprogo Yogyakarta, antisipasi menumpuknya sampah di sekitar alun alun wates, Tomy Siagian Komandan Kodim setempat mengatakan awal tugas di Kulonprogo merasa risih, sebab alun alun wates dipenuhi sampah.
Lingkungan ini sebenarnya kotor sekali daripada kotor kenapa nggak bisa ngasih bersih sedikit, berarti masyarakat kurang kesadarannya
Dan tidak menutup kemungkinan kedalampun kita sampaikan keanggota kita harus sadar, kita kadang kadang lupa, membuang sampah sembarangan, Katanya
Tomy menambahkan, selain membersihkan sampah di alun alun wates di musim hujan ini pihaknya juga membersihkan enceng gondok yang menutupi aliran kali peni, sepanjang 800 meter, Dia berharap bila alun alun bersih dari sampah tentu akan menunjukan keindahan dan kesehatan, sedang aliran kali peni akan memperlancar air yang dimanfatkan oleh petani disekitarnya // Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan untuk KBR68H//
Ratusan personil Komando Distrik Militer 0731 Kulonprogo Yogyakarta, antisipasi menumpuknya sampah di sekitar alun alun wates, Tomy Siagian Komandan Kodim setempat mengatakan awal tugas di Kulonprogo merasa risih, sebab alun alun wates dipenuhi sampah.
Lingkungan ini sebenarnya kotor sekali daripada kotor kenapa nggak bisa ngasih bersih sedikit, berarti masyarakat kurang kesadarannya
Dan tidak menutup kemungkinan kedalampun kita sampaikan keanggota kita harus sadar, kita kadang kadang lupa, membuang sampah sembarangan, Katanya
Tomy menambahkan, selain membersihkan sampah di alun alun wates di musim hujan ini pihaknya juga membersihkan enceng gondok yang menutupi aliran kali peni, sepanjang 800 meter, Dia berharap bila alun alun bersih dari sampah tentu akan menunjukan keindahan dan kesehatan, sedang aliran kali peni akan memperlancar air yang dimanfatkan oleh petani disekitarnya // Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan untuk KBR68H//
Jumat, 04 November 2011
Banjir Lahar Dingin Merapi ancam Selokan Kalibawang

Banjir Lahar Dingin Merapi ancam Selokan Kalibawang
Banjir yang terjadi di aliran Sungai Progo mulai membawa material lahar dingin dari Merapi. Kondisi itu mengancam saluran intake Selokan Kalibawang tertutup endapan pasir yang akan mengganggu irigasi pertanian., Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kulonprogo, Gusdi Hartono mengatakan, intake Selokan Kalibawang berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak. pihaknya telah menyampaikannya masukan baik kepada BBWS maupun Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Yogyakarta.
Karna adanya hujan lahar dingin itu sebenarnya kami sudah berulang ulang ke Balai Besar,untuk antisipasi banjir lahar dingin Berhubung itu semuanya kewenangan Balai Besar kami hanya mengusulkan dikasih operasional pemeliharaan rutin. Karena Itu tidak menutup kemungkinan begitu hujan ketutup dibersihin hujan lagi ketututup lagi kalau secara ilmunya itu masih 3 samapi 4 tahun kedepan laharnya itu baru habis. Jelas Gusdi
Gusdi menambahkan pengaturan pembukaan atau penutupan pintu intake Selokan Kalibawang, ditentukan berdasarkan koordinasi antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak bersama Bidang Pengairan DPU Kulonprogo serta Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang dilakukan setiap 15 hari. Saat ini pintu perlu dibuka untuk memenuhi kebutuhan air pertanian yang memasuki masa tanam pertama.// Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta
Selasa, 25 Oktober 2011
Pemkab Kulonprogo Hijaukan Kota

Pemkab Kulonprogo Hijaukan Kota
Pemerintah Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta, untuk meningkatkan kualitas udara agar sehat, dengan cara membangun puluhan pergola dan menanam tanaman penghijauan lebih dari empat ribu batang, Kasi Pengembangan Kapasitas Kantor Lingkungan Hidup (KLH) setempat, Endratma ,mengatakan, pembuatan pergola itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas udara dan mendukung keindahan kota.
Sebanyak 81 unit, yang gunanya nanti untuk meingkatkan kualitas udara di kawasan perkotaan dan juga untuk keindahan, bantuan berupa bibit tanaman penghijauan atau perindang jalan, berupa, bungur 500 batang,dan tabebuia 500 batang juga, tanaman mangga 4.400 batang ” jelasnya
Endratama menambahkan Pembuatan pergola ini baru dilakukan tahun ini, dana yang diperoleh dari bagi hasil cukai rokok tahun ini yang dialokasikan melalui KLH sebesar Rp 536,5 juta.untuk sekitar kota Wates. Selama enam bulan pertama, perawatan pergola tersebut masih menjadi tanggung jawab rekanan. Selanjutnya, akan dilakukan oleh Pemkab bekerjasama dengan masyarakat. // Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta melaporkan untuk KBR68H//
Minggu, 23 Oktober 2011
Dimusim kemarau,ratusan sumur pantek untuk pertanian
Dimusim kemarau,ratusan sumur pantek untuk pertanian
Sejumlah petani di Kecamatan Wates Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta manfaatkan sumur pantek, hal itu di lakukan karena ketersediaan air sudah tidak mencukupi. Untung Suharjo Sekretaris Kelompok Tani Martani, mengatakan Selama ini, sawah di wilayahnya lebih banyak mengandalkan air dari saluran Kalibawang, dimusim kemarau ini saluran tersebut hanya mengalir 4 hari tiap bulannya.
Tapi kami juga mensiasati dengan kami berinisiatif membuat sumur sumur pantek yang kedalamannya itu diatas kedalaman rata rata sumur sawah, itu lebih ratusan sumur pantek, dengan sumber air yang ada, setiap bulan kami dijatah 4 hari untuk pembasahan saluran itu agar debit air yang ada disekitar saluran itu bisa naik tapi dengan 4 hari sebetulnya belum cukup karena yang bisa debitnya naik itu hanya yang ada disepanjang saluran itu harapan kami karena dimusim kemarau ini air itu dialirkan paling tidak 15 hari sekali, jelas Untung
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan setempat Bambang Tri Budi menambahkan, dimusim kemarau ini para petani diharapkan untuk menerapkan tehnologi yang ada, seperti pembuatan sumur pantek satu satunya untuk mengatasi kekurangan air, terkait pembagian air irigasi yang hanya 4 hari, untuk wilayah Kecamatan Wates diambilkan dari Waduk sermo, padahal air waduk di musim ini airnya menurun// Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta melaporkan untuk KBR68H//
Kamis, 20 Oktober 2011
Petani diperbukitan Menoreh olah lahan tak produktif jadi produktif

Guna meningkatkan hasil panen dan debit air,petani di wilayah Pendoworejo Girimulyo Kulonprogo Yogyakarta bendung dua sungai, Landung Wiyono Kepala Desa setempat mengatakan, sudah 100 tahun lebih lahan diwilayahnya tidak produktif, untuk meningkatkan hasil panen petani membendung dua sungai yang berada di perbukitan.
Kita adakan satu evaluasi dengan hasil panen lahan lahan tersebut hanya bisa panen dalam satu tahun satu kali dibandingkan dengan lahan yang mendapatkan irigasi kalibawang ini setaun bisa tiga kali panen, saya berupaya bagaimana memfungsikan bendung kayangan ini agar minimal bisa meningkatkan produksi pertanian terutama petani diwilayah Pendoworejo harapan saya minimal bisa dua kali panen” katanya
Camat Girimulyo Sumiran menambahkan bahwa petani diwilayahnya sebelum membendung sungai kayangan hanya bisa menghandalkan air tadah hujan , dengan dibendungnya dua sungai, petani bisa meningkatkan produksi panennya, dengan harapan aliran sungai kayangan nantinya bisa mengaliri ribuan hektar lahan yang berada di wilayah Kecamatan Nanggulan dan Sentolo// Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta melaporkan untuk KBR68H//
Pemkab Kulonprogo bubarkan puluhan Koperasi tak sehat

Pemkab Kulonprogo bubarkan puluhan Koperasi tak sehat
Kondisi 27 koperasi di wilayah Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta sudah tidak sehat,tidak ada kegiatan, pengurus koperasi juga sulit ditemui. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinkop dan UMKM) setempat Niken Probolaras mengatakan .Sebanyak 27 unit koperasi di wilayahnya akan dibubarkan karena sudah tidak bisa dibina lagi.
Kalau data kami Koperasi yang pasif, dan dalam kondisi pembinaan kami ada 27, dari 27 yang dalam binaan itu nanti kami bina terlebih dahulu, tapi kalau memang sama sekali nggak bisa dibina ya kita bubarkan nggak masalah, itu diatur undang undang, diatur PP membubarkan koperasi itu tidak dosa, tidak tabu dan itu boleh dilakukan sepanjang tidak bisa dibina dan nanti diumumkan di lembaran negara Republik Indonesia ”jelasnya
Niken menambahkan Pembubaran koperasi dapat dilakukan dengan mudah, misalnya jika sudah vakum dan tidak mungkin untuk dibina lagi. “Mudah membubarkan (koperasi), seperti halnya PT atau CV bisa dibekukan kalau sudah tidak mampu melakukan aktivitas sama sekali.Namun,pembubarannya harus melalui lembaran negara// Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta melaporkan Untuk KBR68H//
Langganan:
Postingan (Atom)