KBR68H "Terpercaya Menjangkau Nusantara"

Sabtu, 21 Agustus 2010

Khawatir Gempa Susulan, Masyarakat Yogyakarta Memilih Bertahan di Luar Rumah


Khawatir Gempa Susulan, Masyarakat Yogyakarta Memilih Bertahan di Luar Rumah
Gempa berekekuatan 5 SR terjadi di wilayah Yogyakarta. Getarannya yang keras membuat warga takut untuk kembali ke dalam rumah. Mereka juga khawatir adanya gempa susulan. Bambang Warga bantul yang di hubungi melalui telepon mengatakan, meskipun tidak ada dampak yang berarti, hanya peralatan rumah tangga yang berjatuhan, warga tidak berani masuk rumah, dikawatirkan akan ada gempa susulan
Sementara Mujianto pengamat observasi gempa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang dihubungi melalui pesawat telpon menjelaskan gempa yang terjadi pada pukul 18.41.38 wib terjadi di 15 kilometer tenggara Bantul Yogyakarta dengan kekuatan 5 SR dengan kedalaman 10 kilometer, warga sempat panik saat gempa terjadi. Mujianto menambahkan, meski laporan masyarakat tidak ada korban, namun kewaspada tetap di jaga kemungkinan akan terjadi gempa susulan// Yadi haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan untk KBR68 H//

Jumat, 20 Agustus 2010

Ratusan Warga Srikayangan, Sentolo, Kulonprogo, Yogyakarta Geruduk Kantor Desa, melakukan unjuk rasa tuntut Kepala Desa mengundurkan diri, diduga mela


Ratusan Warga Srikayangan, Sentolo, Kulonprogo, Yogyakarta Geruduk Kantor Desa, melakukan unjuk rasa tuntut Kepala Desa mengundurkan diri, diduga melakukan pungutan liar
Ratusan warga Desa Srikayangan, Sentolo, Kulonprogo, Yogyakarta, melakukan aksi unjuk rasa di kantor desa setempat menuntut Kepala Desa (Kades) mundur dari jabatannya, karena diduga melakukan pungutan liar biaya balik nama jual beli tanah yang jumlahnya mencapai puluhan juta. Bernadus Jiono Ketua Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) setempat mengatakan, Kepala Desa telah melakukan pungutan liar, pemalsuan tanda tangan, dan tidak bertanggung jawab atas perbuatannya
Sementara salah satu warga korban pungutan liar, Dwi Ratmo, menuturkan untuk melakukan balik nama sertifikat tanah dirinya dipungut hingga Rp 400 ribu. Dana ini digunakan untuk mengurus proses balik nama tanah yang baru dibelinya berikut untuk membayar saksi-saksi. Padahal ada anggota BPD yang juga melakukan hal sama.hanya di pungut Rp 56 ribu dengan luasan dan Nilai Jual Obyek pajak (NJOB) hampir sama.Adanya perbedaan pungutan ini, dirinya telah meminta penjelasan kepada pemerintah desa. Namun tidak bisa menjelaskan masalah biaya saksi, dengan demikian biaya balik nama dan penentuan saksi yang dilakukan kepala Desa hanya sepihak.// Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan Untuk KBR68H//

Akibat Genset pembangkit air rusak, Ratusan Kepala Keluarga di wilayah Nanggulan Kulonprogo Yogyakrta kesulitan air bersih


Akibat Genset pembangkit air rusak, Ratusan Kepala Keluarga di wilayah Nanggulan Kulonprogo Yogyakrta kesulitan air bersih
Ratusan kepala keluarga di wilayah Tanjung harjo Nanggulan Kulonprogo, untuk memperoleh air bersih harus berjalan kaki menempuh jarak mencapai satu kilo lebih, Agus Khomar, Kepala Urusan Kesejahtaraan Rakyat,setempat mengatakan, akibat rusaknya genset pembangkit air untuk mengangkat ke penampungan air rusak, dua ratus lebih kepala keluarga diwilayahnya, kesulitan air bersih, Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga memanfaatkan air yang masih ada di sumber sumber sekitar yang jaraknya satu kilo lebih dari pemukiman
Agus Khomar menambahkan, warga telah berusaha, apabila terjadi kerusakan ringan selalu diperbaiki secara swadaya, namun saat ini warga tidak sanggup memperbaiki genset yang rusak, kerusakan saat ini diperkirakan menghabiskan biaya belasan juta rupiah, warga berharap, kepada pihak terkait agar Bak Penampung Air Minum Desa, atau PAMDES, bantuan dari Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yang di bangun tahun 2008, sudah satu bulan lebih tidak dimanfaatkan, karena genset pembangkit rusak, bisa digunakan lagi// Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan Untuk KBR68H//

Rabu, 18 Agustus 2010

Ledakan Gas Elpigi 12 Kg, di Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta, menelan 2 orang korban luka bakar dan 1 rumah rusak parah


Ledakan Gas Elpigi 12 Kg, di Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta, menelan 2 orang korban luka bakar dan 1 rumah rusak parah
Akibat ledakan gas elpigi 12 Kilogram Yatini ( 65 ) dan Chamami ( 30 ), warga Kedunggong, Wates, Kulonprogo, luka bakar, Suharno warga setempat mangatakan, sekitar pekul setengah tiga dini hari, mendengar letupan yang cukup keras, selang beberapa saat, bersama warga segera menolong korban, dipastikan korban kena ledakan gas elpigi 12 kilogram, kondisi korban luka bakar dan rumah milik korban hancur, kerugian mencapai puluhan juta rupiah
Sementara Perawat Bangsal Anggrek RSUD Wates Kulonprogo, Suradi, menambahkan luka bakar yang dialami kedua korban cukup parah. Yatini, luka bakar sekujur tubuh, sedang Khamami luka bakar dibagian tangan dan kaki. Hingga saat ini dilakukan perawatan serius// Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan Untuk KBR68H//

Minggu, 15 Agustus 2010

Meski aliran Irigasi Kalibawang Kulonprogo Yogyakarta di tutup, Petani Melon di sepanjang sawah irigasi,tetap panen


Meski aliran Irigasi Kalibawang Kulonprogo Yogyakarta di tutup, Petani Melon di sepanjang sawah irigasi,tetap panen
Ratusan hektar Tanaman Melon yang berada disepanjang persawahan aliran irigasi Kalibawang Kulonprogo Yogyakarta tetap panen, Suwarno petani diwilayah Nanggulan, mengatakan air irigasi yang ditutup pertenganhan bulan juli mengkhawatirkan para petani karena tanaman Melon waktu itu baru berumur empatpuluh hari, sampai masa panen semestinya berumur dua setengah bulan, untuk mengatasi kekurangan air para petani mengambil air sumur milik penduduk berjarak ratusan meter dan bikin sumur pantek,
Sementara Budi wiyono juga petani melon, menambahkan, walau terkendala air, para petani di Kulonprogo, tetap bertahan dengan cara bergotong royong mengambil air yang jaraknya mencapai ratusan meter, tetapi ada juga yang membikin sumur pantek, dengan tujuan untuk menyirami, diprediksi produksi panen tahun ini akan mengalami peningkatan walau besar melon tidak merata karena kekurangan air, akibat dari aliran irigasi yang ditutup pertengahan juli lalu.// Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta melaporkan Untuk KBR68H//

Selasa, 03 Agustus 2010

Ratusan tabung Gas ukuran 3 kg di Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta rusak dan tak bisa digunakan.

Ratusan tabung Gas ukuran 3 kg di Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta rusak dan tak bisa digunakan.
452 buah tabung Gas bocor dan tidak dapat diberfungsi dan disimpan di Stasiun Pengisian bahan bakar elpigi, yang berada di desa Salamrejo, Kecamatan sentolo, Drajat Zein Penanggung Jawab Pengisian SPBE setempat mengatakan jumlah tabung gas yang rusak cukup banyak. Tabung gas berasal dari sejumlah agen, penyebab kerusakannya tidak diketahui. Tabung gas ukuran 3 kg yang tidak bisa dipakai langsung dikarantina di ruangan khusus dan dikunci rapat.
Kepala Bidang Geologi Energi Dinas Perindag dan ESDM Kulonprogo Heri Purnomo menambahkan untuk pasokan gas di Kulonprogo saat ini mencukupi meski beberapa waktu lalu sempat mengalami kelangkaan. di Kulonprogo baru ada satu SPBE yang membawahi 3 agen, yang di teruskan ke 74 pangkalan gas. Untuk alokasi di bulan Juli kurang lebih 3.330 tabung per hari. Jadi tiap agen mendapatkan pasokan 1.100 tabung per harinya Yadi Haryadi Radio Suara pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan Untuk KBR68H

Senin, 02 Agustus 2010

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta , menjaring belasan pelajar dan pegawai negeri sipil, yang membolos sekolah dan bekerja.


Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta , menjaring belasan pelajar dan pegawai negeri sipil, yang membolos sekolah dan bekerja.
Karsono Kepala Seksi Operasi Pol PP setempat, mengatakan, Para siswa sekolah menengah atas dan PNS ini dirazia saat bermain di warung internet, Satpol PP kemudian menggiring para remaja belasan tahun itu ke Dinas Pendidikan untuk didata. Mereka baru dizinkan pulang jika dijemput guru dan lembaga instansi yang bersangkutan.
Karsono menambahkan Sejumlah Pelajar mengaku main ke warnet untuk tugas dari sekolah, namun juga ada yang nekat membolos karena terlambat masuk sekolah. Sementara pulang ke rumah tidak berani menjelaskan kepada orangtua. Akhirnya mereka memutuskan bermain bersama di warnet. Selain menjaring belasan pelajar dan PNS juga menyita sejumlah kendaraan, pemerintah akan selektif memberikan izin usaha pembukaan warnet dan penyewaan Play Station. Selain itu, pengusaha wajib menempelkan pengumuman larangan masuk bagi anak berpakaian seragam sekolah// Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan Untuk KBR68H//