KBR68H "Terpercaya Menjangkau Nusantara"

Minggu, 31 Oktober 2010

Akibat letusan merapi, Sejumlah satwa dilindungi, di evakuasi


Akibat letusan merapi, Sejumlah satwa dilindungi, di evakuasi
Sedikitnya 15 orang penyelamat satwa dari Jakarta, diterjunkan ke kawasan Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, untuk mengurus dan mengevakuasi satwa korban bencana gunung meletus, Deny Herdianto, Koordinator Lapangan mengatakan satwa satwa yang jumlahnya cukup banyak, akibat korban merapi baik yang di lindungan di evakuasi, tidak mungkin pemilik akan mengurusi karena mengungsi
Deny menambahkan puluhan ekor binatang yang di evakuasi antara lain kera ekor panjang, elang berbagai jenis, hewan hewan akibat bencana merapi sangat butuh makan, sementara hewan hewan yang bisa di evakuasi dititipkan di Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta, binatang atau satwa liar yang telah terdeteksi turun ke permukiman penduduk Kera ekor panjang, merak, elang laut kepala abu, // Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan Untuk KBR68H//

Puluhan warga perbukitan Menoreh manfaatkan Mikro Hidro


Puluhan warga perbukitan Menoreh manfaatkan Mikro Hidro
Puluhan Warga di perbukitan menoreh Kedungrong Purwoharjo Samigaluh Kulonprogo Yogyakarta saat ini sudah bisa menikmati listrik dari pembangkit mikrohidro, lokasi pembakit mikrohidro ini dekat pemukiman warga Widarto warga setempat mengatakan. Sedikitnya 14 titik yang bisa dinikmati oleh puluhan warga sekitar , pembangkit listrik mikro hidro ini dibuat nahasiswa UGM, Yogyakarta
Suprihatin Kepala Dukuh setempat menambahkan, Mikrohidro ini beroperasi pekan lalu, sebelum ada mikrohidro, selama ini warga belum tersentuh listrik , dengan bantuan KKN UGM dan bantuan sebuah Bank pembangkit mikrohidro yang memanfaatkan aliran selokan kali bawang terwujut, setiap unit pembangkit listrik mikro hido menurutnya butuh biaya 13 juta lebih// // Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan Untuk KBR68H//

Sabtu, 30 Oktober 2010

Hasil Festival sendratari Antar Kabupaten/Kota Se-DIY 2010


Hasil Festival sendratari
Antar Kabupaten/Kota Se-DIY 2010
Penyaji Utama I : Kota Yogyakarta, judul garapan ‘Bedhah Bali’
Penyaji Utama II : Kabupaten Bantul, judul garapan ‘Katresnan Jati’
Penyaji Utama III : Kabupaten Sleman, judul garapan ‘pulastho Asmara Tibra’

Penyaji Madya : Kabupaten Gunung Kidul, judul garapan ‘Labuh Tresnasmara’

Penyaji Madya : Kabupaten Kulonprogo, judul garapan ‘Garwa Apa Raka?’

Penghargaan Purbaningrat
Untuk sutradara terbaik : Yuniarti, S.Sn (kabupaten Bantul)

Penghargaan Tedjokusumo
Untuk Penata Tari terbaik : Paranditya Wintarni S.Sos (kota Yogyakarta)


Penghargaan Madukusumo
Untuk Penata Karawitan terbaik : Bayu Bapang (kabupaten Bantul)

Penghargaan Joyodipuro
Untuk Penata Rias dan Busana terbaik : Satriyo Ayodya (Kota Yogyakarta)

Pengahargaan Matayatama
Untuk Pemeran Utama Putra terbaik : Anter Asmorotejo (Kota Yogyakarta)

Penghargaan Matayatama
Untuk Pemeran Utama Putri terbaik : Ayunita (Kabupaten Bantul)


Penghargaan Matayatama
Untuk Pemeran Pembantu Putra Terbaik : Danang Nur Widayanto (Kabupaten Bantul)


Penghargaan Matayatama

Untuk Pemeran Pembantu Putri Terbaik : Antis Tri Cahyani (Kota Yogyakarta)


Penghargaan Soedarsono Pringgobroto

Untuk Pembina Terbaik : Kabupaten Gunungkidul


Penghargaan Widita
Untuk Penyaji Terbaik dan Trophy Bergilir Gubunernur : Kota Yogyakarta

Jumat, 29 Oktober 2010

Merapi Meletus : DIY Jateng hujan abu, sejumlah pelajar takut sekolah


Merapi Meletus : DIY Jateng hujan abu, sejumlah pelajar takut sekolah
Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah diguyur hujan abu pekat setelah erupsi Gunung Merapi. Mobil, motor serta orang-orang semuanya kotor bahkan sejumlah pelajar takut masuk sekolah, sejumlah pelajar di Jawa Tengah dan daerah Istimewa Yogyakarta mengatakan, hujan abu terjadi setelah Gunung merapi memuntahkan awan panas sekitar pukul 1 dini hari, akibatnya sejumlah pelajar takut masuk sekolah
Murdi Kepala sekolah Dasar di wilayah Kulonprogo menambahkan hujan abu yang terjadi saat ini membuat kacau para pelajar Guru diwilayahnya, siswa dan Guru banyak yang terlambat bahkan ada yang ijin tidak masuk karena takut hujan avbu yang cukup lebat, sementara sekda Kulonprogo Budi wibowo melalui radio Suara Pasar Kulonprogo Menginstruksikan, untuk mengantisipasi hujan abu masyarakat dihimbau untuk menggunakan masker dan bila merasakan gejala gejala terkait dengan pernapasan agar segera periksa ke Puskesmas terdekat // Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan Untuk KBR68H//

Selasa, 26 Oktober 2010

Ratusan Pengungsi Girikerto, Turi, Sleman, Minim Bantuan Logistik


Ratusan Pengungsi Girikerto, Turi, Sleman, Minim Bantuan Logistik
Ratusan Warga yang tinggal di Barak pengungsian Girikerto Turi Sleman Yogyakarta kekurangan logistik. bantuan ke lokasi yang terancam Gunung Merapi sangat minim. Sudibyo Koordinator Pelaksana barak Pengungsian Girikerto mengatakan, ratusan warga Ngandong yang tempat tinggalnya dekat merapi sangat membutuhkan makan, sementara bantuan yang diberikan baru selimut sedang logistic yang ada baru beras cukup 3 hari,dan lauk beberapa dus kaleng,
Sudibyo menambahkan, warga Ngandong dan tritis yang sudah menempati barak pengungsian sudah semalam sangat menutuhkan bantuan logistic, laporan untuk permohonan pada pemerintah Kabupaten sudah dilakukan, Dia berharap Pemerintah dengan bantuan logistic darurat segera dikirim, sebab stok logistic yang ada sudah menipis dimungkiakan malam ini habis// Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta melaporkan Untuk KBR68H//

Sabtu, 23 Oktober 2010

Antisipasi Masa tanam Padi, Puluhan petani di Kecamatan Nanggulan, gropyok tikus


Antisipasi Masa tanam Padi, Puluhan petani di Kecamatan Nanggulan, gropyok tikus
Puluhan petani di Desa Kembang Kecamatan Nanggulan,Kulonprogo Yogyakarta melakukan aksi gropyokan tikus. Penyuluh Pertanian Setempat Ngadiran mengatakan, Langkah itu dilakukan karena petani merasa kewalahan, pada masa tanam kedelai kemarin ratusan hektar persawahan mereka diserang hama tikus. untuk masa tanam pertama ini dengan dana dari Desa sebesar 2 juta, puluhan petani serentak membasmi hewan perusak tersebut dengan cara manual, setidaknya bisa mengurangi populasi hewan pengerat. dalam waktu 2 jam para petani mendapat ratusan tikus
Bambang Tri Budi harsono Kepala Dinas pertanian dan Kehutanan setempat menambahkan, gropyokan tikus yang dilakukan para petani di wilayah nanggulan merupakan kegiatan rutin tiap tahunnya, terutama menghadapa masa tanam padi, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi serangan tikus, Langkah itu dilakukan karena petani tak ingin padi mereka gagal panen akibat serangan tikus. Di persawahan Nanggulan terdapat sekitar 216 hektar // Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan Untuk KBR68H//

Tanah Ambles di Kulonprogo , Pakar geologi UGM pastikan ada rongga bawah tanah


Tanah Ambles di Kulonprogo , Pakar geologi UGM pastikan ada rongga bawah tanah
Sejumlah pakar geologi Jurusan Teknik Geologi UGM memastikan bahwa penyebab tanah ambles di Sabrang Kidul, Purwosari, Girimulyo, Kulonprogo, Yogyakarta karena adanya rongga di bawah tanah. Saptono Budi Samudra pakar Geologi UGM mengatakan, dari hasil penelitian sementara, diduga kuat rongga bawah tanah itu memanjang, para pakar belum dapat menyimpulkan apakah warga setempat harus direlokasi atau tidak
Saptono menambahkan ,Untuk memastikan apakah rongga bawah tanah itu membahayakan warga yang tinggal di sekitar lokasi, pihaknya mendatangkan alat georadar dan geolistrik, Kedua peralatan geofisika itu sebelumnya juga digunakan untuk meneliti tanah ambles di Rongkop, Gunungkidul, Yogyakarta , setelah hasil penelitian di laboratorium keluar, para pakar baru bisa menentukan langkah mencegah tanah ambles, di Sabrang Kidul Girimulyo Kulonprogo, itu semakin melebar dan dalam. Semoga saja rongganya kecil. Jadi antisipasinya mudah, yakni langsung ditutup dengan material yang lebih besar// Yadi Haryadi Radio Suara Pasar Kulonprogo Yogyakarta Melaporkan Untuk KBR68H//